Darmasiswa

Darmasiswa is a scholarship program from the Government of the Republic of Indonesia for foreign students who will learn about Indonesian culture.

Explore now

gastronomy & Culinary

For centuries Indonesia was famous for its spices. The diversity of herbs and sepices has produced authentic, unique and original flavors and aromas.

Tourism & hospitality

The diversity of Indonesian tourism destinations is produced by cultural interaction with nature that is very beautiful and charming.

bahasa dan budaya

The ethnic diversity that forms the Unitary State of the Republic of Indonesia produces highly diverse and meaningful cultural arts.

Our Professional Faculty Member

Bilkis

Front office Manager

Belkis started study in hospitality and tourism in STP Sahid from 2012.

Rustono Tempeh

Entrepereneur

Eksportir Tempe dari Jepang ini Alumni tahun 1989

Bilkis

FOM

Belkis started study in hospitality and tourism in STP Sahid from 2012.

Why Choose STP SAhid?

Your Benefits

Learn Indonesian Cuisine

xxxx.

xxxxx

7

Batch

250

Mahsiswa

120

 Negara

Do you love this page? It is extracted from JSN Power. Would you like to give it a try?

Download Now

France Double Degree Testimony

Double Degree Batch V

By : Kwinta Ing Ratri Hanifa'a 

Mungkin ada yang belum tau apa arti sesungguhnya dari judul diatas “Oui, Je Suis en France avec Les Belles Filles“. Artinya simple aja “iya, aku di prancis sama cewek-cewek cantik”. Karna kebetulan sekali tahun ini yang berangkat ke Prancis cewek-cewek semua, dan kami yakin kalo kami ini cantik jadi kami namakan “Les Belles Filles” hehehe. Kami (Vania Dorothea, Marta Jovita Tanawi, Grace Felicia, Marina Siti Marbella, dan aku) mahasiswi Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid yang melanjutkan kuliah di sini untuk Program Kerjasama Double Degree Indonesia Perancis di Universite d’Angers dengan jurusan Tourism, merasa sangat senang sekali rasanya berada disini, apalagi saat pertama sampai langsung merasakan suhu dinginnya Eropa, mendengarkan langsung orang-orang disekitar yang berbicara bahasa perancis yang biasanya hanya kami dengar lewat video saat kursus bahasa perancis dan juga merasakan bagaimana rasanya naik TGV yang katanya kereta tercepat se-Perancis bahkan denger denger sih se-Dunia.
 
Cita-cita ingin berkuliah di Perancis ini sudah ada semenjak aku berada di SMP, dan terus menerus mencari jalan dan mencari celah agar cita-cita ini tercapai, dimulai dari kursus bahasa tiap malam sepulang sekolah, yaa walaupun baru hanya dalam mimpi bisa ke Perancis  hehehe. Dan aku percaya, kalo kita sungguh sungguh sama apa yang ingin kita perjuangkan insyaAllah kita bisa dapetin itu, entah dengan cara yang mudah atau tidak kalau rezeki itu memang untuk kita, kita pasti akan mendapatkannya.
 
Perasaan bangga terhadap diri sendiri bisa menapakkan kaki di Eropa ini lagi tak lain dengan adanya niat, do’a, juga semangat yang tinggi. Ucapan Terimakasih yang sebesar besarnya kepada Allah subhanahu wa ta’ala yang telah mengabulkan tiap do’a-do’a ku, Papa dan mama yang selalu sabar menyemangatiku sampai aku bisa berada disini sekarang, kakak tercintaku Imam yang membantuku dalam hal apapun.  Terimakasih pula kepada Biro Kerja Sama Luar Negri (BPKLN) yang memberikan beasiswa studi lanjut luar negeri, kepada Kementrian Pendidikan dan Budaya (Kemdikbud), kepada Bpk Ananto Kusuma Seta selaku Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri (PKLN) Kemdikbud, Juga khususnya kepada Bpk. Abe Susanto selaku Co-Ordinator Beasiswa Unggulan.
 
Tak lupa pula kepada Bpk. Kusmayadi Husein selaku Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid, kepada para petinggi Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid yang juga membantu kami sehingga bisa melanjutkan perkuliahan di Perancis, dan khususnya pula untuk Bpk. Daniel Stephanus Lim selaku kepala Department KUI atau Office of International Affairs and Partnerships Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid.
 
BONNE JOURNÉEœ HEIN!

Double Degree Batch III

"Alhamdulillah" adalah kata pertama yang saya ucapkan ketika saya sampai dibandara Charles de Gaule, Paris. sekitar pukul 06.00 AM pagi saya tiba dibandara tersebut. Pengalaman pertama saya merantau di negeri orang. Masih tak terbayangkan juga dibenak saya ini ketika saya, reasha, rudi, ifan, dapat sampai disini, Perancis. Disaat kita keluar dari pesawat menuju pengecekan passport dan juga untuk mendapatkan stempel. Dengan suhu yang dingiiinnn sekitar 5 derajat karena akan memasuki musim dingin (hiver atau winter)... Antrian yang memakan waktu sekitar 15 menit itu untuk dapat melewati proses pengecekan membuat suasana yang berbeda bagi saya pribadi yaitu tidak terdengar lagi bahasa indonesia yang biasanya terdengar jelas saat orang-orang berbicara terhadap orang lain. Tapi disini tidak, bahasa perancis yang digunakan. whew.. je parle francaise maintenant !. Setelah melewati pengecekan saya dan teman-teman mencari barang bawaan kami yang telah ada tidak jauh dari pengecekan passport tersebut. Setelah kami mengambil barang-barang kitapun tidak lupa untuk mengabadikan moment ini yaitu dengan foto-foto. ;)
 
By : Yogie Pratama